Jumat, 11 Juli 2014

Rumah 2 Lantai Harga 600 Jutaan di Serpong

LETAK Serpong Lagoon yang strategis menjadi salah satu nilai jual tersendiri. Kawasan hunian yang dikembangkan BSA LAND ini sangat menarik minat konsumen. Sukses dengan produk-produk sebelumnya, pengembang kembali merilis cluster terbaru, yang dinamai Cluster South Pelican. Cluster terbaru ini dikembangkan di tengah kawasan hunian dengan konsep lagoon. Denah Rumah Minimalis 2 Lantai

Penghuni akan dimanjakan dengan fasilitas danau alami di sekeliling perumahan. Berdiri di atas lahan seluas 4 hektare (ha), South Pelican ditawarkan dalam tiga pilihan tipe, yakni tipe 59/84, tipe 73/105 dan tipe 115/144. Hunian dua lantai ini dipasarkan dengan harga mulai Rp600 jutaan (all in). Selain hunian, pengembang menawarkan pula kavling hook.

Cluster South Pelican berada di lokasi terdepan dalam kawasan Serpong Lagoon dan langsung berdampingan dengan Sky Blush Commercial Center (fasilitas komersial bagi penghuni). Selain itu, untuk melengkapi kebutuhan penghuninya, Serpong Lagoon juga menyediakan berbagai fasilitas lainnya, seperti Green-Green Grash Boulevard, Jogging Track, Blue Lagoon Sports & Family Club, Hikari Elementary School, Grand Lagoon Hotel, serta sarana olah raga untuk penghuni dan keluarga berupa kolam renang, lapangan tenis, lapangan basket dan fitness center. Kelengkapan beragam fasilitas ini ditambah lagi dengan lingkungan yang lebih rapi karena semua instalasi kabel listrik berada di bawah tanah. Selain itu untuk menunjang aspek keamanan, akan diberlakukan one gate system. Denah Rumah Minimalis

Serpong Lagoon juga berhasil meraih "Favourite Residential Awards 2013" versi Majalah Housing Estate sebagai perumahan di wilayah Tangerang Selatan dengan nilai penjualan tertinggi. Semua kelebihan di atas menjadikan Serpong Lagoon siap menjadi salah satu pilihan terbaik dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal. Gambar Rumah Minimalis

Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Depok terus dilakukan. Sejumlah kecamatan yang masih banyak memiliki RTLH diantaranya Kecamatan Pancoranmas, Kecamatan Cipayung, dan Kecamatan Bojongsari, serta Kecamatan Tapos. RTLH juga terkait erat menjadi indikator masih banyaknya jumlah warga miskin di Depok. Lurah Curug, Kecamatan Bojongsari, Evi Rosita mengungkapkan, di tahun ini kelurahannya akan mendapatkan bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemerintah Kota Depok. Rumah Minimalis 2 Lantai

"Untuk tahun ini RTLH yang akan dibangun sebanyak delapan unit, lokasinya di RW 07 seluruhnya, karena di lokasi itu masih banyak terdapat rumah tidak layak huni," ujar Evi, baru-baru ini. Evi menambahkan, hasil musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tahun ini, Kelurahan Curug juga akan mendapatkan alokasi 11 RTLH yang nantinya akan dibangun pada 2015 mendatang.

"Saat ini masih ada sekitar 25 RTLH yang belum dibangun. Tentu jumlah itu berkurang setiap tahunnya. Pada 2013 lalu, jumlahnya mencapai 100 lebih, namun setelah mendapat bantuan dari Kemenpera dan Pemkot Depok, saat ini jumlahnya telah menurun," paparnya. Lebih lanjut ia mengatakan, RTLH terbanyak di lingkungan RW 08 dan RW 09. Selain itu, wilayahnya juga saat ini masih banyak terdapat rumah yang tidak menggunakan septitank. Desain Rumah Minimalis

"Masih banyak warga yang belum memiliki septitank atau MCK, jumlahnya mencapai 639 titik. Kami berharap pembangunan RTLH dan septitank ini akan selesai pada 2016 mendatang. Kami juga berharap peran serta masyarakat dalam hal swadaya membantu warga yang kurang mampu," jelasnya. Sementara itu, Koordinator BKM Bina Ummah Kelurahan Curug Sukro Mamun yang akan menjalankan pembangunan RTLH mengatakan, pembangunan delapan unit RTLH di tahun ini anggarannya berasal dari APBD Kota Depok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.